Belajar Goblok Ala Om Bob Sadino

Belajar Goblok Ala Om Bob Sadino, sudah pernah baca bukunya? Kalau belum anda wajib baca deh, karena bukunya sangat menarik dan layak untuk di baca. Oiya siapa yang tidak kenal Bob Sadino,  seorang Wirausahawan Sukses Indonesia. Bahkan di juluki Nabinya Entrepreneur Indonesia, hehe ada-ada saja.

Setiap manusia memiliki perjalanan hidup yang berbeda-beda, dan menerjemahkan perjalanan hidupnya pun tak akan sama kedalam petuah-petuah kata yang bermakna. Namun Bob Sadino atau yang sering disapa Om Bob ini, memiliki pendapat yang fenomenal tentang orang bodoh dengan orang pintar dalam memulai Bisnis/ Usaha .

1. Terlalu Banyak Ide

Orang “Pintar”, biasanya banyak ide. Bahkan mungkin telalu banyak ide, sehingga tidak satupun yang menjadi kenyataan. Sedangkan orang “bodoh”, mungkin hanya punya satu ide. Namun satu itulah yang menjadi pilihan usahanya, dan ditekuninya hingga akhir

2. Miskin Keberanian untuk memulai

Orang “bodoh”, biasanya lebih berani dibanding orang “Pintar” Kenapa ?

Karena orang “bodoh” sering tidak berpikir panjang atau banyak pertimbangan. Dia Nothing To Lose. Sebaliknya, orang “Pintar” telalu banyak pertimbangan.

3. Telalu Pandai Menganalisis

Sebagian besar orang “Pintar” sangat pintar menganalisis. Setiap satu ide bisnis, dianalisis dengan sangat lengkap. Mulai dari modal, untung rugi sampai Break Event Point (BEP). Orang “bodoh” tidak pandai menganalisis, sehingga lebih cepat memulai usaha.

4. Ingin Cepat Sukses

Orang “Pintar” merasa mampu melakukan berbagai hal dengan kepintarannya, termasuk mendapatkahn hasil dengan cepat. Sebaliknya, orang “bodoh” merasa dia harus melalui jalan panjang dan berliku sebelum mendapatkan hasil.

5. Tidak Berani Mimpi Besar

Orang “Pintar” berlogika, sehingga bermimpi sesuatu yang secara logika bisa di capai. Orang “bodoh” tidak perduli dengan logika, yang penting dia bermimpi sesuatu. Sangat besar, bahkan sesuatu yang tidak mungkin dicapai menurut orang lain.

6. Bisnis Butuh Pendidikan Tinggi

Orang “Pintar” menganggap, untuk berbisnis perlu tingkat pendidikan tertentu. Orang “Bodoh” berpikir, dia pun bisa berbisnis.

7. Berpikir Negatif Sebelum Memulai

Orang “Pintar” yang hebat dalam analisis, sangat mungkin berpikir negatif tentang sebuah bisnis. Karena informasi yang berhasil dikumpulkannya sangat banyak. Sedangkan orang “bodoh” tidak sempat berpikir negatif, karena harus segera berbisnis.

8. Maunya Dikerjakan Sendiri

Orang “Pintar” berpikir “aku pasti bisa mengerjakan semuanya”, sedangkan orang “bodoh” menganggap dirinya punya banyak keterbatasan. Sehingga harus dibantu orang lain dan bersama-sama (Kerjasama Team).

9. Miskin Pengetahuan Pemasaran dan Penjualan

Orang “Pintar” menganggap sudah mengetahui banyak hal, tapi seringkali melupakan penjualan. Orang “bodoh” berpikir simple, “yang penting produknya terjual”.

10. Tidak Fokus

Orang “Pintar” sering menganggap remeh kata Fokus. Buat dia, melakukan banyak hal lebih mengasyikkan. Sementara orang “bodoh” tidak punya kegiatan lain, kecuali Fokus pada Bisnisnya.

11. Tidak Peduli Konsumen

Orang “Pintar” sering terlalu pede dengan kehebatannya. Dia merasa semuanya sudah ”Oke” berkat kepintarannya, sehingga mengabaikan suara konsumen. Orang “bodoh” ?. Dia tahu, konsumen seringkali lebih pintar darinya.

12. Abaikan Kualitas

Orang “bodoh” kadang-kadang saja mengabaikan kualitas, karena memang tidak tahu. Maka tinggal diberi tahu, bahwa mengabaikan kualitas keliru. Sedangkan orang “Pintar” sering mengabaikan kualitas, karena sok tahu.

13. Tidak Tuntas

Orang “Pintar” dengan mudah beralih dari satu bisnis ke bisnis yang lain, karena punya banyak kemampuan dan peluang. Orang “bodoh” mau tidak mau harus menuntaskan satu bisnisnya saja.

14. Tidak Tahu Pioritas

Orang “Pintar” sering sok tahu dengan mengerjakan dan memutuskan banyak hal dalam waktu sekaligus, sehingga prioritas terabaikan. Orang “Bodoh” ? Yang paling mengancam bisnisnyalah yang akan dijadikan Prioritas

15. Kurang Kerja Keras dan Kerja Cerdas

Banyak orang “Bodoh” yang hanya mengandalkan semangat dan kerja keras. Plus sedikit kerja cerdas, menjadikannya Sukses dalam berbisnis. Di sisi lain, kebanyakan orang “Pintar” malas untuk berkerja keras dan sok cerdas,

16. Mencampuradukan Keuangan

Seorang “Pintar” sekalipun tetap berperilaku bodoh, dengan mencampuradukan keuangan pribadi dan perusahaan.

17. Mudah Menyerah

Orang “Pintar” merasa gengsi ketika gagal di satu bidang, sehingga langsung beralih ke bidang lain ketika menghadapi hambatan. Orang “Bodoh” seringkali tidak punya pilihan, kecuali mencari Solusi dari hambatan tersebut.

18. Melupakan Allah

Kebanyakan orang merasa Sukses itu adalah hasil jarih payah diri sendiri, tanpa campur tangan Alloh. Mengingat Allah adalah sebagai ibadah vertical, dan menolong sesama sebagai ibadah horizontal.

19. Melupakan Keluarga

Jadikanlah Keluarga sebagai Inspirator dan Supporter pada saat baru memulai menjalankan bisnis, maupun ketika bisnis semakin menguras waktu dan tenaga

20. Berperilaku Buruk

Setelah menjadi Pengusaha Sukses, maka seseorang akan menganggap dirinya sebagai seorang yang mandiri. Dia tidak lagi membutuhkan orang lain, karena sudah mampu berdiri diats kakinya sendiri.

0 komentar: