Home
Japanes cultur
Tampilkan postingan dengan label Japanes cultur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Japanes cultur. Tampilkan semua postingan
Seni Lukisan 3 Dimensi
Shitaro Ohata merupakan artis yang lahir di Hiroshima, Jepang pada tahun 1975. Dia menciptakan lukisan yang menakjubkan dengan menggabungkan 2 elemen yang berbeda, seni lukis 2 dimensi digabungkan dengan seni patung 3 dimensi, sehingga menampilkan ilustrasi yang unik dan luar biasa.
Beberapa Kata Maap Dalam Bahasa Jepang
Belakangan ini aku banyak melakukan kesalahan dan membuat beberapa orang marah, jadi kayaknya aku harus meminta maaf sama mereka. (v_v)
Orang Jepang biasanya jauh lebih sering meminta maaf dibandingkan dengan orang-orang dari negara lain. Ini mungkin hasil dari budaya mereka yang terkenal disiplin dan selalu menjunjung tinggi kejujuran dan menghormati mereka yang lebih tua.
Berikut adalah beberapa kata yang digunakan untuk meminta maaf.
Orang Jepang biasanya jauh lebih sering meminta maaf dibandingkan dengan orang-orang dari negara lain. Ini mungkin hasil dari budaya mereka yang terkenal disiplin dan selalu menjunjung tinggi kejujuran dan menghormati mereka yang lebih tua.
Berikut adalah beberapa kata yang digunakan untuk meminta maaf.
1. Sumimasen (すみません)
Ini mungkin adalah kata yang paling umum digunakan untuk meminta maaf. Beberapa orang melafalkannya dengan kata "Suimasen (すいません)".
Kata "Sumimasen" dapat digunakan dalam situasi yang berbeda-beda (seperti ketika kita meminta sesuatu, ketika mengucapkan terima kasih kepada seseorang, dll) tergantung kata ini dipakai dalam kalimat apa. Jika kita meminta maaf karena sesuatu telah dilakukan, "Sumimasen deshita (すみません でした)" dapat digunakan.
2. Moushiwake arimasen (申し訳ありません)
Kata ini digunakan dalam situasi yang sangat formal. Digunakan jika kita berbicara dengan atasan. Jika kita meminta maaf bahwa sesuatu telah dilakukan, "Moushiwake arimasen deshita (申し訳ありませんでした)" dapat digunakan. Seperti "Sumimasen", "Moushiwake arimasen" juga bisa dipakai untuk mengekspresikan rasa terima kasih kita.
3. Shitsurei shimashita (失礼しました)
Kata ini juga merupakan ekspresi formal, tetapi tidak menunjukkan sekuat kata "Moushiwake arimasen".
Para Nominasi Di balik Topeng Tobi
siapa sangka, ternyata Tobi yang selama ini dianggap dan menganggap dirinya madara ternyata bukan? episode ke 560 di serial komik naruto ini bikin saya makin geregetan sama cerita karangan Mashashi kishimoto ini.
shock itu tentu saja diawali dengan dibangkitkannya Madara uchiha oleh kabuto dengan impure world ressurection. kalau Madara dibangkitkan, itu artinya dia telah mati, yaitu ketika bertarung dengan senju Hashirama, hokage pertama, di lembah terakhir. nah, terus yang di balik topeng Tobi siapa dong?
saya dulu (ketika Tobi belum mengaku bahwa dia Madara) mengira kalau Tobi adalah Obito, teman satu tim kakashi di bawah asuhan Hokage keempat. tebakan saya didasarkan pada rambut yang sama, namanya sedikit mirip (Tobi <-> Obito) dan lubang mata sharingan Tobi ada di sebelah kanan, bukan sebelah kiri yang telah diberikan kepada kakashi. tapi anggapan itu apun sudah lama hilang karena pengakuan Tobi dan kehebatannya yang mungkin mendekati kehebatan Madara.
ketika saya shock (lebhay), mungkin beberapa pembaca yang lain telah menebak kalau Tobi bukan madara. seperti Fahmi (teman saya) yang sudah menganggap dia bukan madara sejak lama. analisisnya, salah seorang yang mungkin hidup ketika hokage keempat dan mengetahui seluk beluk sejarah desa adalah adik dari madara, Izuna Uchiha. dia bilang itu hanya perkiraan.
oke lah kalau begitu, mungkin beberapa nama di bawah ini menjadi kandidat siapakah Tobi sebenarnya.
1. Obito , untuk yang satu ini, alasannya seperti yang telah diungkapkan sebelumnya, mata sharingan kanan, nama dan rambut yang mirip. tapi sepertinya saya sudah sangat yakin bukan Obito, kenapa? karena obito masih anak-anak ketika meninggal dan tidak mungkin dia melawan Hokage keempat karena hokage keempat pernah berhadapan langsung dengan Tobi yang juga menggunakan topeng waktu itu. dan juga, madar uchiha mengenal siapa di balik Tobi itu, padahal Madara belum mengenal Obito.
2. Mizukage duluuu banget, hal ini dikarenakan Tobi pernah membuka topeng kepada kishame. dan serta merta si kishame memanggil dengan sebutan "mizukage... imean madara". *nahlo. tapi yang membuat ga yakin lagi adalah, dia memiliki sharingan, yang notabene trademark dari klan uchiha. masa sih mizukage punya sharingan? ataukah pernah ada kln uchiha yang jadi mizukage?
3. Madara Uchiha, kayaknya sudah tidak mungkin juga. karena di chapter terakhir madara uchiha dibangkitkan oleh kabuto. jadi terjawab sudah siapa mayat di salah satu peti yang dibuka kabuto untuk menggertak dan memaksa Tobi untuk Join. karena, kalau tidak mau, maka akan terbongkar kalau Tobi bukan madara, atau bahkan Tobi takut apabila madara dibangkitkan oleh kabuto.
2. Mizukage duluuu banget, hal ini dikarenakan Tobi pernah membuka topeng kepada kishame. dan serta merta si kishame memanggil dengan sebutan "mizukage... imean madara". *nahlo. tapi yang membuat ga yakin lagi adalah, dia memiliki sharingan, yang notabene trademark dari klan uchiha. masa sih mizukage punya sharingan? ataukah pernah ada kln uchiha yang jadi mizukage?
3. Madara Uchiha, kayaknya sudah tidak mungkin juga. karena di chapter terakhir madara uchiha dibangkitkan oleh kabuto. jadi terjawab sudah siapa mayat di salah satu peti yang dibuka kabuto untuk menggertak dan memaksa Tobi untuk Join. karena, kalau tidak mau, maka akan terbongkar kalau Tobi bukan madara, atau bahkan Tobi takut apabila madara dibangkitkan oleh kabuto.
10 Tokoh Anime yang paling "Cerdas"
1. Shinichi Kudo (DETECTIVE CONAN)

Shinichi adalah seorang pelajar SMU Teitan berusia 17 tahun. Dia telah menjadi detektif terkenal dan telah banyak menyelesaikan kasus yang sulit, dan dikenal sebagai the saviour of the police force. Pada tahun yang sama, dia meninggalkan tim sepak bola walaupun kemampuannya setara dengan tingkat nasional.

Shinichi adalah seorang pelajar SMU Teitan berusia 17 tahun. Dia telah menjadi detektif terkenal dan telah banyak menyelesaikan kasus yang sulit, dan dikenal sebagai the saviour of the police force. Pada tahun yang sama, dia meninggalkan tim sepak bola walaupun kemampuannya setara dengan tingkat nasional.
Dunia Kerja Di Jepang
Mungkin beberapa dari kita ingin hidup dan bekerja di Jepang. Bayangkan koleksi anime dan manga yang bisa didapat dengan mudah, makanan-makanan yang eksotis dan wanita-wanitanya yang baik hati.
Namun bukan hal-hal tersebut yang akan dibahas melainkan kehidupan mayoritas karyawan di Jepang yang biasa disebut Salaryman.
Setiap tahun terdapat jutaan mahasiswa yang bersorak gembira ketika mereka dinyatakan lulus dari universitas. Mereka senang karena jerih payah orang tua tidak sia-sia setelah mereka di wisuda mengenakan toga.
Sayang sekali… mereka tidak sadar kalau mereka baru saja keluar dari "kandang anak kucing" dan masuk ke hutan belantara yang dipenuhi oleh singa, ular berbisa, mawar beracun, dan banyak lagi yang aneh-aneh.
Menurut survey di Tokyo, orang-orang yang baru lulus kuliah cenderung mengalami tingkat stress yang lebih tinggi jika dibandingkan ketika mereka sedang menghadapi ujian terakhir di kampus.
Kenapa mereka lebih stress? Karena mereka tidak bisa mendapatkan pekerjaan!
Makin hari makin banyak darah segar yang bersaing ketat untuk mendapatkan pekerjaan. Dan ketika saingan semakin banyak, banyak pula yang rela di gaji rendah, kerja semakin larut, dan tingkat kesehatan yang semakin menurun.
Beberapa Mitos Orang Jepang
1. Tabeta ato, sugu yoko ni naruto, ushi ni naru! Arti dari kalimat di atas adalah: "Kalau habis makan langsung rebahan bisa jadi sapi!" kutukan kah?? Saat ini, meski zaman telah modern, banyak orang tua Jepang yang masih memperingati anaknya dengan kata-kata seperti di atas. Secara jelas alasan kenapa kata-kata ini dipakai tidak diketahui. Tapi jika dianalisa, zaman dahulu Jepang berbeda dengan zaman sekarang yang serba canggih, mereka dulu harus bekerja keras agar dapat hidup (terutama setelah pemboman Nagasaki & Hiroshima). Agar anak-anak bersedia membantu orang tua bekerja di ladang, mereka selalu mengatakan "Tabeta ato, sugu yoko ni naruto, ushi ni naru!" (Kalau habis makan langsung rebahan bisa jadi sapi!) Sedangkan di zaman sekarang kenapa orang tua masih menyampaikan kepercayaan ini pada anak-anaknya ialah karena mereka ingin memperingati bahwa: " Tidak sopan - sikap buruk, jika setelah makan langsung rebahan"
Langganan:
Postingan
(
Atom
)


.jpg)



.jpg)









