Kemping Di Bukit Sabak

Kemping kali ini benar - benar berbeda , bukan bareng Osis, bukan bareng Sekolah, tapi hanya bareng kalian para Sahabat ku, acara ini kita rencanakan di hari Libur lebaran tepatnya 3 hari setelah Lebaran , dengan mencari semua persiapkan yang kita butuhkan seperti tenda, makanan, air , alat masak dan banyak lagi, Kita berangkat hari selasa tangal 13 Agustus 2013 , kita janjian di depan Perhutani jam 14.00



Setelah itu kitra menlanjutkan perjalanan ke daerah Suka larang dan pergi mendaki sampai
saat adzan magrib tiba kita sudah berada di puncak Bukit Sabak, disana kita mulai pergi untuk solat magrib dan mereka harus berjalan lagi lumanyan jauh hanya untuk menemukan mata air. setelah itu yang kita lakukan adalah ngediriin tenda, dan pergi makan bekal, setelah itu kita pun membuat jagung bakar untuk kita semua




Karena udara disana cukup dingin kita juga ngebuat api ungun kecil -kecilan yang bisa dinikmatin bareng - bareng


1 . Hal yang paling berkesan banget dalam hidupku, mungkin ini adalah keinginan kecil ku untuk melihat lautan lampu yang bersinar terang di atas bukit sabak ini , aku senang kegirangan saat bisa melihat pemandangan itu rasannya tak ingin pergi meninggalkan hal tersenut , dan ada 1 lagi keinginanku nyaitu ingin sekali melihat samudra di atas awan semoga bisa tercapai ya allah aamin, '

Setelah selesai bakar jagung disana kita bukan untuk tidur , jadi kita habisin waktu kita untuk bersama , seperti ngedengerin cerita kang Abay tentang perjalanya ke Gunung Gede,
banyak manfaat dan hal yang bisa kita ambil dari cerita kang abay, semoga nanti kita kembali bisa bersama mendaki gunung gede aamin, setelah selesai cerita kita masih masih punya makanan nyaitu ayam bakar sama nasi Liwet  semua itu terasa enakk sekali bila di makan bareng - bareng , nah setelah tengah malam sekitar jam 2an kita baru lah pergi ke tenda buat tidur banyangin ajah 1 tenda diapakai 15 orang disana kita harus salinng berbagi dan menghargai dengan segala apa yang kita punya .



Makan udah , Tidur udah Pagi pun udah menampakan sinarnya , kita pun kembali  masak untuk sarapan pagi dengan segalanya yang seadanya , air seadanya, beras seadanya, mie seadanya, spirtus seadanya, tapi semua yang kita bikin dengan seadanya itu akan terus menjadikan hal yang enak untuk kita semua , karena kesederhaan itu akan lebih terasa berkmana bila kita bersama
setelah itu kita borkar tenda dan poto - poto deh















-- Pengalaman yang takan pernah aku lupakan , bersama berjuta kilauwan lampu di atas bukit sabak

0 komentar: