image1 image2 image3

HELLO WORLD I'IAM ULFAH CHOIRUN NISSA|WELCOME TO MY PERSONAL BLOG|I LOVE TO DO CREATIVE THINGS|I'M PROFESSIONAL WEB DEVELOPER

Cantik Versiku Sendiri

 “I’m no beauty queen, I’m just beautiful me.”

Sepenggal lirik dari Who Says yang dibawakan oleh Selena Gomez ini dulu terasa biasa saja. Namun perlahan, maknanya tumbuh dan mengubah cara pandangku terhadap diri sendiri, tentang menerima, memahami, dan akhirnya mencintai apa yang telah Tuhan anugerahkan.

Jika menoleh ke masa remaja, ada banyak fase di mana aku merasa tidak cukup. Tidak cukup cantik, tidak cukup menarik, tidak seperti yang lain. Aku sering membandingkan diri, terutama pada hal-hal yang tidak bisa aku ubah, seperti rambut keritingku yang terasa berbeda dibandingkan standar di sekitarku. Pikiran seperti “kenapa aku begini?” atau “kenapa tidak seperti orang lain?” menjadi dialog yang terus berulang di dalam kepala.

Lingkungan juga tidak selalu membantu. Candaan kecil yang menyinggung kekurangan, komentar yang terlihat sepele, tapi diam-diam membentuk cara kita memandang diri sendiri. Tanpa sadar, aku membangun citra diri yang rapuh dan bergantung pada penilaian orang lain.

Secara psikologis, fase itu wajar. Masa remaja adalah periode pencarian jati diri, di mana kebutuhan akan penerimaan sangat besar. Kita sering mengukur nilai diri dari validasi eksternal seperti pujian, pengakuan, dan perbandingan yang tidak realistis. Ketika itu tidak terpenuhi, muncul rasa tidak aman yang perlahan mengikis kepercayaan diri.

Seiring waktu, ada perubahan yang mulai terjadi. Aku belajar memahami bahwa apa yang diberikan Tuhan bukanlah kekurangan, melainkan bentuk terbaik yang sudah ditetapkan untukku. Kesadaran ini tidak datang secara instan, tetapi tumbuh dari proses menerima. Aku mulai melihat bahwa tubuhku utuh, bahwa wajahku layak dihargai, dan bahwa aku berhak merasa cukup.

Perubahan terbesar terjadi saat aku berhenti mencari validasi dari semua orang. Aku menyadari bahwa rasa percaya diri dibangun dari dalam, bukan dari luar. Ketika aku mulai melihat diriku dengan lebih lembut dan lebih adil, perlahan cara orang lain memandangku juga ikut berubah.

Di awal masa perkuliahan, aku mulai lebih fokus pada pengembangan diri. Bukan hanya penampilan, tetapi juga pola pikir dan masa depan. Tanpa disadari, aku merawat diri dengan lebih baik, menjalani hidup dengan lebih sadar, dan menemukan orang-orang yang mencintaiku dengan tulus. Dari situ aku belajar bahwa kita tidak harus terlihat sempurna di mata semua orang. Cukup berarti bagi mereka yang benar-benar melihat kita.

Sekarang, aku bisa mengatakan bahwa aku telah berdamai dengan diriku sendiri. Bukan berarti tidak pernah merasa kurang, tetapi aku tahu bagaimana cara kembali menerima dan menghargai diri.

Untuk siapa pun yang pernah berada di posisi yang sama, merasa tidak cukup, merasa tertinggal, atau merasa kurang berharga, percayalah bahwa kamu lebih dari apa yang kamu pikirkan. Jangan biarkan rasa tidak aman menghalangi langkahmu. Hidup ini tidak hanya tentang penampilan, tetapi tentang bagaimana hati, pikiran, dan tindakanmu membentuk siapa dirimu sebenarnya.

Seperti penggalan lirik yang sederhana namun dalam itu,
“I’m no beauty queen, I’m just beautiful me” dan “Who says you’re not perfect?”

Mungkin yang perlu kita ubah bukan diri kita, tetapi cara kita melihat diri sendiri.

Share this:

CONVERSATION

0 komentar:

Posting Komentar