Saat Mami mulai menulis semua cerita ini, usia Hannah baru menginjak bulan ke-20. Malam ini kamu sedang terlelap pulas, memeluk botol susu dan selimut Pikachu kesayanganmu, setelah seharian berlari ke sana kemari, mengeluarkan semua mainan, dan sibuk menjelajahi apa pun yang berhasil menarik perhatianmu.
Pipimu yang tembam menggemaskan, tawamu yang begitu lepas, dan rasa ingin tahumu yang seolah tak pernah habis selalu berhasil menghadirkan senyum di wajah Mami, Papa, dan semua orang di rumah. Setiap tingkah lakumu adalah kebahagiaan kecil yang tak pernah gagal membuat kami tertawa sekaligus dibuat kagum melihat caramu mengenal dunia.
Cerita ini Mami tulis agar setiap kenangan yang sedang kita jalani hari ini tidak ikut memudar dimakan waktu. Sebab, ingatan manusia sering kali perlahan memudar bukan, sementara waktu terus berjalan tanpa pernah menoleh ke belakang. Karena itulah, Mami ingin menyimpan setiap jejak masa kecilmu di dalam lembar-lembar cerita ini. Ini adalah cara sederhana Mami untuk menghadiahkanmu kenangan yang akan selalu bisa kamu pulanginya.
Mungkin saat kamu membaca surat ini, usiamu sudah belasan tahun, atau bahkan mungkin kamu membacanya sebelum genap berusia sepuluh tahun. Kapan pun itu, ada satu hal yang Mami ingin kamu tahu.
Nak, kami begitu menyayangi dan mencintaimu. Bahkan jauh sebelum kamu tumbuh di dalam rahim Mami, namamu telah lebih dulu hidup di dalam doa-doa kami. Kehadiranmu adalah harapan yang kami nantikan dengan penuh kesabaran, sekaligus anugerah yang telah lama kami dambakan.
Meski begitu, Mami dan Papa bukanlah orang tua yang sempurna. Kami pasti akan melakukan kesalahan, belajar dari kekeliruan, dan bertumbuh bersamamu di setiap perjalanan hidup ini. Namun percayalah, Hannah, di balik setiap keputusan yang kami ambil, di balik setiap pelukan, nasihat, bahkan teguran yang mungkin suatu hari akan kamu terima, selalu ada satu tujuan yang sama: kami hanya ingin memberikan yang terbaik untukmu.
Kami selalu memanjatkan doa agar Allah menjagamu dalam setiap langkahmu. Semoga kamu tumbuh menjadi anak yang sehat, salehah, cerdas, baik hati, dan berakhlakul karimah. Semoga hatimu selalu dipenuhi kasih sayang, langkahmu dimudahkan dalam setiap kebaikan, dan hidupmu senantiasa berada dalam lindungan-Nya.
Semoga rangkaian cerita yang Mami tulis ini kelak menjadi sebuah nostalgia yang hangat untukmu. Saat kamu membacanya nanti, Mami berharap kamu dapat melihat kembali potongan-potongan masa kecilmu yang mungkin tak lagi kamu ingat. Dan semoga, di setiap halaman yang kamu baca, kamu selalu merasakan satu hal yang tak pernah berubah sejak awal cerita ini ditulis: betapa besar cinta Mami, Papa, dan seluruh keluarga kepadamu.


0 comments:
Posting Komentar